Survive Jadi Karyawan Baru

6th Maret

KIAT SURVIVE JADI KARYAWAN BARU

Masuk ke lingkungan baru  memang mendebarkan, terlebih kalau kita tidak punya teman  senasib yang sama-sama warga baru,  anda harus berjuang sendirian untuk beradaptasi  dengan lingkungan  kantor baru. Belum lagi ketika harus  berhadapan dengan rekan-rekan kantor yang emasang tampang sejuta pertanyaan kepada kita. Mau bersikap ramah , takut di bilang sok asyik, bersikap jaim, takut dibilang pasif.   Semua itu merupakan masalah bagi anda jika anda  belum  tau triknya. Berikut ada beberapa trik yang bisa anda gunakan untuk beradaptasi ditempat baru anda.

ADAPTASI PASTI

Adptasi, itu adalah point paling penting ketika masuk ke lingkungan baru. Kita boleh saja  jadi lulusan  terbaik di kampus atau punya segudang pengalaman, sehingga merasa tidak terlalu sulit masuk ke suatu lingkungan. Tapi setiap tempat punya budaya yang berbeda. Contoh sederhananya, kalau kalau di tempat kita bekerja, kita bisa bebas  memajang foto atau hiasan  di meja kerja, sementara kantor lain, di tas meja hanya boleh ada komputer dan berkas-berkas pekerjaan. Kita yang anak baru tentunya harus menyesuaikan diri.

Selain tugas-tugas kantor, kita memang punya banyak pekerjaan ekstra yang harus kita pelajari. Kita harus tau job description, peraturan dan kebijakan perusahaan, sifat atasan dan rekan kerja samapai peraturan tidak tertulis di divisi kita. Mungkin ada beberapa peraturan yang  tidak  berubungan langsung dengan pekerjaan kita,namun bukan berarti kita bis mengabaikan atau menentangnya. Untuk sementara waktu sebaiknya kita  jadi pengamat dulu saja.

Kalau kita punya memiliki ‘kakak asuh’ proses adaptasi akan jauh lebih mudah. Kita punya tempat bertanya atau mendapatkan informasi yang psti. Meski begitu, jadilah ‘adik asuh’ yang cerdas. Jangan sebentar-sebentar   bertanya atau minta bantuan, apalagi sampai jadi bayangan senior kita. Usahakan untuk mengerjakan tugas sesuai instruksi, kalau memang sdah mentok, barulah mencari pertolongan.

MANDIRI

Untuk yang benar-benar baru terjun ke dunia kerja, bisa jadi kita akan terkaget-kaget begitu masuk kantor, sehingga perlu usaha extra  untuk beradaptasi. Terlebih tugas dan tanggung jawab yang kita hadapi umumnya berbeda dengan ilmu yang kita peroleh dari kampus.  Mungkin kita boleh pintar teori di kampus, tapi yang terpenting adalah kemampuan kita mengaplikasikannya.

Beruntunglah anda jika semasa kuliah sempat magang atau kerja praktek atau pernah berorganisasi. Pengalaman ini akan sangat membantu anda  dlam dunia kerja sekaligus jadi nilai tambah  dalam CV. Namun jika anda belum memiliki pengalaman sama sekali, tidak perlu khawatir, dengan kerja keras dankemauan untuk belajar. Semua pasti bisa diatasi.

Sekali lagi meskipun  kita punya ‘kakak asuh’ kita dituntut untuk mandiri karena kita bukan lagi mahasiswa yang bis beralasan macam-macam demi menghindari tugas dari dosen  atau meminta bantuan teman kuliah untuk mengerjakan tugas kita. Setelah masuk lingkungan kerja, tugas kita adalah tanggung jawab kita.

TEGAS

Kendala beradaptasi dan pekerjaan bukan tidakmungkin dialami oleh kita yang sudah punya banyak pengalaman bekerja. Menjadi warga baru dengan enempati posisi tinggi tidak jarang membuat kita canggung utuk membuat keputusan atau memberi perintah pada anak buah. Belum lagi ketika kita harus  menghadapi rekan-rekan lebih senior yang sudah lama mengincar posisi yang kita tempati. Sialnya, dengan pengalaman yang kita miliki [perusahaan menuntut kita untuk bisa  ‘membaca’ dan menguasai situasi dengan cepat.

Namun berbagai kendala tersebut  harusnya justru dianggap sebagai tantangan. sebaiknya  anda memulai dengan melakukan pendekatan  pada tim kerja. Agar mendaptkan sedikit gambaran, kita bisa mencari tahu kondisi  kantor beserta isinya dari atasan kita. Kemudian cobalah untuk saling mengenal. Kita juga bisa saling mencuri perhatian dengan membawakan mereka makanan atau pujian ketika tim kerja kita berhasil mencapai target,mislnya. Yang tidak kalah penting, dengarkan suara bawahan, terutama ketika kita akanmembuat suatu perubahan. Tapi jangan mau disetir oleh anak buah, bagaimanapun sebagai atasan kita harus bisa bersikap tegas!

Pemimpin Ideal

26th Desember

Atasan ideal seharusnya bisa memimpin, kenyataannya, tidak semua atasan punya jiwa kepemimpinan.

Punya atasan yang bisa mengerti anak buah pastilah menyenangkan, tapi sayngnya sering kali kita dikecewakan oleh sikap atasan yang kurang tegas, biasanya hanya memberikan perintah. Dan yang lebih parahnya lagi aspirasi kita mentok tanpa tindak lanjut maupun solusi.
leadership
BORN TO BE A LEADER
Meskipun posisi sebagai pemimpin biasanya dibarengi berbagai fasilitas dan kemudahan, jabatan tersebut bukanlah pekerjaan mudah. Tidak heran kalau mungkin atasan kita kurang  punya jiwa kepemimpinan. Karena tidak semua orang dianugerahi ‘bakat’ yang satu ini. Lagipula, berbeda dengan manajemen,  kepemimpinana itu merupakan sebuah proses, bukan posisi. Jadi bukan berarti seseorang yang punya jabatan tinggi dan anak buah yang banyak secara otomatis bisa memimpin, sebaliknyapun begitu. Makanya meskipun kita ‘anak bawang’ dalam sebuah tim, bukan berarti kita Cuma  bisa jadi pengikut.

Sekalipun kita berbakat, sama seperti nyanyi, melukis atau menari. Memimpin bisa dipelajari. Jadi tidak perlu mengumpat kalau melihat atasan yang tidak bisa memimpin. Buktikan diri dulu kalau kita bisa memimpin. Dan  bukan tidak mungkin, meskipun pengalaman bekerja kita belum terlalu banyak, kita bisa meraih promosi lebih cepat dari rekan kerja yang lain.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kita bisa belajar untuk menjadi pemimpin. Tapi jangan terburu-buru mau mendapatkan hasil yang instant, karena untuk menjadi pemimpin yang baik butuh ilmu, waktu , pengalaman dan jam terbang.

Namun secara garis besar, pemimpin harus punya tiga kemampuan dasar yang saling berhubungan, yaitu kemampuan untuk meyakinkan orang lain, mengembangkan pengaruh, dan kemampuan membina suatu hubungan.
Untuk meyakinkan orang lain, tidak Cuma perlu adanya kepercayaan antara dua belah pihak tapi kita juga harus punya strategi.  Kita harus mengenal betul orang-orang yang berada dalam lingkungan kita.
Dengan begitu kita bisa tahu pendekatan apa yang harus kita lakukan, sehingga saat kita ingin menyampaikan informasi, mereka dengan mudah  bisa menerimanya. Memang, kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Kalau ada satu-dua rekan kerja yang tidak suka, jangan diabaikan tapi beri pengertian.

SENI MEMPENGARUHI
Kalau kita sudah bisa meyakinkan rekan-rekan kerja kita. Maka dengan mudah kita ‘memepengaruhi’ mereka. Tentunya pengaruh yang baik dan disesuaikan situasi dan kondisi lingkungan kita.
Jangan coba-coba, memberikan pengaruh buruk. Hal ini hanya akan membuat aib kita terbuka perlahan-lahan, terlebih lagi kita bisa merusak hubungan baik yang sudah terjalin. Kalau kondisinya sudah buruk seperti  ini, akan lebih sulit untuk mendapatkan  kepercayaan mereka. Apalagi kalau atasan sampai menilai kita sebagai provokator.
Namun kemampuan meyakinkan  dan mempengaruhi pada lingkungan akan sia-sia kalaukita tidak bisa membina hubungan tersebut baik-baik. Jangan  hanya kalau ada proyek saja kita baru berteman baik. Meskipun lain divisi, kita bisa makan siang atau nonton bareng.
Kemampuan interpersonal dengan atasan  maupun rekan kerja  tidak Cuma bisa mengakrabkan  hubungan  tapi  mampu meningkatkan kepercayaan antara kita dan mereka.

SIKAP PEMIMPIN
Selain kemampuan dasar yang bisa dipelajari, seorang pemimpin juga diharapkan bisa bersikap seperti berikut :
-    PUNYA WAWASAN & KETERAMPILAN, sangat sayang sekali  kalau seandainya  wawasan dan keterampilan kita terbatas. Bagaimana orang lain mau dipimpin oleh kita ? minimal kita memiliki pengetahuan  luas tentang bidang pekerjaan kita, perbanyak diskusi dengan atasan dan rekan kerja. Baca buku dan simak selalu berita yang sedang berkembang. Kalau merasa keterampilan kita kurang, ajukan permohonan uantuk mendapatkan pelatihan pada atasan. Kalau pun harus mengeluarkan biaya dari kantong sendiri, pastinya anda tidak akan rugi. Dengan wawasan dan keterampilan yang kita punya, kita pasti akan lebih mudah mencari solusi saat mendapatkan masalah.
-    BISA MENGAMBIL KEPUTUSAN, banyak atasan yang memiliki wewenang membuat keputusan  tapi tidak mampu melakukannya. Kebanyakan , penyebabnya karena tidak berani mengambil resiko. Takut di tegur oleh atasannya lagi atau  di benci anak buahnya. Padahal ketidakmamapuannya ini bisa mengurangi kepercayaan orang lain akan kompetensinya. Agar tidak salah dalam membuat keputusan , sebelumnya lakukan investigasi dan cari fakta, bisa juga dengan belajar dari pengalaman orang yang lebih senior.
-    PERCAYA DIRI, Tidak hanya percaya diri saat berkomunikasi dengan orang lain. Yang paling penting  adalah percaya diri pada saat mengerjakan tugas yang diberikan kepada kita. Dengan begitu kita akan dihargai rekan kerja dan anak buah kita. Untuk meningkatkan  rasa percaya diri, kita harus tahu betul  tugas tersebut. Jangan sampai salah interpretasi, lebih baikl banyak bertanya  dan berdiskusi, apalagi kalau tugas pertama, pada atasan dan rekankerja, daripada sok tahu tapi akhirnya malah berantakan.
-    MEMEGANG JANJI, sikap ini merupakan prinsip utama bagi seorang pemimpin. Tidak perlu merasa terbebani kepercayaan ini.cukup dengan konsisten dan bertanggung jawab penuh terhadap tindakan atau keputusan yang kita buat, itu sudah bisa jadi bukti kalau kita bisa memegang janji.
-    BERKEPRIBADIAN, sebagai pemimpin kita juga harus punya kepribadian kuat, tidak mudah terpengaruh orang lain, namun harus tetap  fleksibel. Meskipun kita tipe orang yang lugas. Tapi  kalau situasi dan kondisi tidak mendukung, kita harus bisa berkompromi.
-    BERBADAN SEHAT, menjadi pemimpin tidak hanya harus berotak encer tapi juga berbadan sehat. Bagaimana bisa maksimal bekerja kalau capek sedikit saja harus langsung bedrest ? memiliki tubuh sehat sangat mudah, konsumsilah makanan yang bergizi dan cukup istirahat dan rutin berolahraga.

MENGENAL PENGIKUT
Namanya pemimpin tentunya harus punya pengikut. Tanpa mereka  belum tentu kita bisa menyelesaikan pekerjaan secara baik.  Bahkan menurut teori manajemen, pemimpin yang  baik  juga  seorang  pengikut yang baik. Biar kerja sama  kita dengan para pengikut  menjadi baik, kita harus tahu tipe-tipe pengikut kita
Ada lima tipe pengikut  antara lain :
1.     sebenarnya cukup mandiri tapi sayangnya sering  bertindak sesuka hati. Dia tidak perduli meskipun sikapnya melenceng dari tugasnya. Tidak heran kalau dia dianggap pemberontak.  Pengikut itpe ini bisa dibilang pengikut yang tidak efektif. Kalau kita punya pengikut seperti ini, kita harus bersikap tegas namun tetap bersedia untuk berkompromi. Ajak dia bicara baik-baik dan diskusikan tugasnya serta apa yang  akan dilakukannya. Mintalah dia mengerjakan tugas sesuai dengan kesepakatan. Selalu pantau pekerjaaannya dan ingatkan baik-baik kalau dia sudah mulai melenceng dari tugasnya.
2.    Conformist, tipe yang satu ini juga termasuk dalam kategori kurang efektif. Karena pengikut tipe ini  biasanya  bergantung pada orang lain dan pemikirannya kurang kritis, akhirnya dia cenderung jadi tipe “yes,sir.” Bisa jadi karena dia kurang percaya diri dengan kemampuannya.  Sebaiknya kita coba memberikan dia tantangan yang ringan terlebih dahulu. Ajak dia berdiskusi, tindakan-tindakan apa yang  bisa dilakukan untuk menyelesaikan tantangan  tersebut. Menghadapi tipe pengikut ini kita harus  extra sabar. Tapi kalau dia sudah berubah, tentunya kita juga yang untung.
3.    Pragmatis, pengikut yang satu ini selalu cari aman. Dia hanaya akan mematuhi pimpinan yang tidak akan membawanya ke dalam masalah. Sikap ini memang bisa menguntungkannya, karena namanya akan selalu bersih. Namun sikap tersebut juga membuatnya lemah. Kalau terus dibiarkan dia tidak akan terbiasa menghadapi masalah karena selalu cariaman. Walaupun agak sulit , tapi beri dia tanggung jawab yang cukup besar,asal dengan pengawasan yang ketat tapi jangan biarkan dia berjalan sendiri, bisa-bisa dia tidak mengerjakan tugasnya seperti yang diharapkan.
4.    Pasif, tipe ini sangat mudah dikenali, saat meeting, dia hampir tidak pernah bersuara dan biasanya duduk di bangku paling belakang. Jangan berharap dia akan menyampaikan ide-idenya Apalagi menunjukan diri sebagai project manager seperti sering kali kita lihat di acara the apprentice. Dia baru akan bekerja hanya kalau ada perintah.  Rasa kurang percaya diri merupakan penyebab orang ini menjadi pasif. Untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, masukan dia dalam tim yang bisa memberinya motivasi. Orang pasif seperti ini belum tentu minim ide brilian. Biasanya dia baru terbuka kalau sudah  merasa nyaman dalam suatu lingkungan. Perhatikan perkembangannya kalau sudah ada kemajuan, tidak ada salhnya memberikan tantangan atau tanggung jawab yang lebih besar.
5.    Exemplary, inilah tipe pengikut yang ideal, bahkan bisa dibilang dialah yang sebenarnya calon pemimpin. Selain cukup berpengalaman, biasanya  pengikut itpe ini terlahir  dengan jiwa kepemimpinan. Meskipun  baru masuk baru  ke dalam suatu lingkungan, dia mudah beradaptasi dan menyukai tantangan. Kalau kita punya pengikut seperti ini, jangan ragu memberikan dia tanggung jawab besar, dia pasti tahu apa yang harus dia kerjakan.