Bahaya Krisis Tingkatkan Kinerji Kerja

3rd April

PERUSAHAAN GOYAH , SIAPA ‘DI CUT’ LEBIH DULU ?

Krisis yang  melanda membuat pengusaha terpaksa melakukan efisiensi. Termsuk tenaga kerja. Karyawan seperti apa yang harus bersiap untuk diefisiensi ?

Krisis ekonomi yang melanda amerika serikat, mau tak mau berpengaruh juga  di  indonesia. Para penusaha mulai ketar ketir tak bisa melanjutkan usahanya.

Salah satu yang dilakukan perusahaan untuk efisiensi adalah memotong gaji direksi atau karyawan tertentu yang dianggap berpenghasilan tinggi.

Tapi, tindakan itu bisa jadi belum cukup  membantu agar perusahaan tetap bertahan. Tak heran  bila alternatif berat, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) harus dilakukan. Tentu sja tidak sembarang karyawan bisa di -PHK. Ada beberapa kategori karyawanyang akan ‘dilirik’ perusahaan, di pertimbangkan untuk masuk dalam daftar karyawan yang haurs siap di ‘cut’ lebih dulu. Mereka adalah yang masuk kategori berikut ini :

  • - Kurang produktif

Hal yang paling mudah terlihat dan  ‘dibaca’ oleh perusahaan adalah produktivitas karyawan. Cara mengetahuinya cukup dengan  meminta laporan yang disertai bukti dari supervisor masing-masing divisi.

Dari laporan dan bukti tersebut akan mudah melihat peringkat karyawan dari sisi produktivitasnya. Siapa yang terbawah itulah yang akan ‘di cut’.

  • - PA rendah

Perusahaan memiliki nilai rapor untuk seiap karyawannya,performance appraisal (PA) namanya. Hanya dengan melihat kembali nilai PA karyawannya, perusahaan bisa lebih mudah mebuat keputusan PHK.

Sebab dalam PA atau rapor karyawan terdapat bebrapa poin penilaian. Mulai dari yang umum, seperti kedisiplinan dan inisiatif, sampai ayng khusus, terkait job description atau tanggung jawab yang diemban. Karyawan  dengan nilai PA rendah, berpotensi besaar untuk tersingkir.

  • - Korupsi

Karyawan yang punya track record korupsi, berpotensi besar untuk di-PHK perusahaan.. tak selalu korupsi yang ‘wah’, korupsi kecil-kecilan pun bisa ‘dilirik’

Misalnya, mereka yang suka ‘kabur’ saat jam kerja atau sibuk telepon di jam kerja. Itu termasuk korupsi waktu. Bahkan mereka yang suka membawa pulang properti kantor, semisal pulpen, juga termasuk  koruptor kecil. Bagi perusahaan. Korupsi kecil itu membahayakan, lambat laun bisajadi korupsi besar.

  • - Melanggar aturan

Tiap perusahaan punya aturan main yang harus dipatuhi karyawannya. Jika aturan itu dilanggar, perusahaan akan menilai sebagai bentuk ketidakrespekan karyawan pada perusahaan. ‘ karyawan yang pernah atau baru saja melanggar aturan, pasti akan ‘dilirik’ perusahaan untuk di-PHK.

  • - Tidak disukai

Setiap perusahaan punya iklim kerja yang berbeda. Nah, bila iklim kerja perusahaan dipengaruhi budaya  like-dislike, tentu karyawan yang masuk dalam daftar dislike harus bersiap masuk dalam daftar yang akan di-PHK.

AGAR TAK DI-PHK

Krirteria  kayawan yang berpotensi  di-PHK bisa jadi ada dalam diri anda. Nah, sebelum perusahaan ‘melirik’ anda untuk dimasukan dalam  karyawan yang akan di-PHK, segera lakukan langkah-langkah seperti berikut :

  • - Rajin instropeksi

Bukan hal yang mudah menyadari kekurangan pada diri sendiri. Tapi, bagaimanapun kita harus berusaha mengethauinya.

Karena itu rajin-rajinlah melkukan self talk atau monolog dengan diri sendiri untuk instropeksi diri. Misalnya tanyakan pada diri anda sendiri : ” apa pekerjaanku selalu beres ?”  ; ” kenapa aku sering telat menyelesaikan tugas ?” ; dan sebagainya.

  • - Mau dikoreksi

Wajar memang  jika kita merasa diserang  saaat orang lain memberikan feedback atau koreksi atas hsil pekerjaan kita. Karena itu, cobalah berpikir lebih tebuka.

Rekan kerja atau atasan emberitahu kekurangan kita itu bukan hanya untuk kebaikan bersama, tapi juga untuk kebaikan kita. Jadi, berusahalah bersikap lebih dewasa saat menerima feedback dari orang lain.

Caranya dengan mendengarkan secara utuh feedback yang diberikan. Kemudian kroscek dengan hasil pekerjaan yang sudah diselesaikan. Dengan begitu, kita jdi tahu persis apa yang kurang dari performa kita selama ini.

  • - Memperbaiki diri

Rajin instropeksi diri danmau dikoreksi tentu menjadi bekal bagi karyawan agar bisa bekerja lebih baik.karena tu,jangan sia-siakan kesempatan untuk memperbaiki diri. Benahi apa yang selama ini kurang dan pertahankan apa yang sudah benar.

  • - Tak ragu unjuk diri

Jika usaha perbaikan sudah dilakukan, jangan ragu untuk menunjukannya pada rekan  kerja, atasan dan perusahaan. Ibarat ulat yang sudah jadi kepompong, segeralh keluar dan terbang menjadi kupu-kupu cantik.

Jangan ragu untuk mengepak sayap dan menunjukan potensi diri yang sebenarnya.

Tips Untuk Meniti Karir

31st Maret

BERANI BERSAING KARIER MELESAT
Survival of the fittest. Percaya hukum alam yang satu ini kan ? untuk urusan  karier, aturan ini juga berlaku, yangterkuatlah yang akan menang. Kalau kita kompeten da terus nunjukin  prestasi, kesempatan meraih sukses pasti lebih besar. Tentunya tidak gampang meraihnya, namun yang pasti  untuk  sukses kita wajib punya semangat bersaing!

Semua hal di dunia ini punya dua sisi, gelap -  terang, cewek – cowok, begitu juga  dengan persaingan di dunia kerja. Ada persaingan yang dilakukan  secara sehat, namun  tidak sedikit yang melakukan hal sebaliknya. Cara mendeteksinya : kalau bersaing  secara sehat, kita sepenuhnya menyadari bahwa kita dinilai atas performa kerja mulai dari tahap awal hingga akhir.
Dalam persaingan, selalu ada yang menang dan kalah, supaya tidak terjegal ikuti trik-trik berikut ini :

  1. Play by the rule,  selalu jadikan peraturan perusahaan sebagai pegangan. Jadi, seandainya saingan mau menjatuhkan  kita, pelanggaran tidak bisa dijadikan senjata. Jika di larang mengenakan celana panjang pada hari-hari tertentu, jangan pedulikan ajakan teman untuk berbuat nakal. Main aman saja.
    Harus  di catat pula playing the rule tidak  berarti kita jadi  kaku. Kendala karier sering muncul karena kita  tidak fleksibel. Sekali-kali kita bole kok mencuri waktu untuk  mengunjungi rekan-rekan dari divisi lain untuk mengakrabkan diri. lain waktu mungkin kita membutuhkan mereka.
  2. Rela kerja  ekstra, ingat, kita sedang bersaing. Jangan terpaku pada job description, meskipun sudah menyelesaikan tugas, jangan sampai kelihatan kita ongkang-ongkangan kaki. kalau memang  mungkin , ada baiknya  membantu rekan kerja yang lain atau mengusulkan  diri untuk mengerjakan  proyek yang akan  dikerjakan . semakin proaktif akan semakin menonjol. Janganmau kalah dengan yang lain.
  3. Multiskilled, semakin banyak keahlian yang  kita punya, kita akan semakin unggul. Meskipun sama-sama calon sekretaris yang memiliki bekal keskretarisan yang sama, tapi kalau  kita mempunyai  keahlian lain, misalnya jago bahasa mandarin, kita tentunya akan  lebih unggul beberapa poin.  Jangan mau jadi orang yang hanya punya kemapuan standard saja.
  4. Lihai berstrategi,  jangan terlalu tenggelam dengan pekerjaan yang menggunung.  Bersaing itu memerlukan strategi. Pahami betul politik dikantor. Lengah  sedikit, bisa jadi kita salah  langkah.  Jika atmosfir perusahaan kita cukup kaku, ya jangan suka sok akrab. Ikuti prosedur yang berlaku. Jangan sampai ada pihak yang merasa dilangkahi. Akibatnya  bisa fatal. Cap tidak tahu diri bisa saja melekat pada kita.
  5. Jago mengatasi stress, pandangan dunia kerja sebagai medan perang. Sekali kita terlibat, harus siap jiwa raga. Pekerjaan kita bisa jadi gempuran yang tidak ada hentinya, makanya cara kita menangani stres sangat penting. Kalau kita dikalahkan oleh stress kerja, performa kita tidak akan oke. Kegagalan pun menanti.
    Agar jago  menangani stress, selalu berpikir “ saya bisa” jangan pernah menganggap suatu tugas terlalu berat. Sekali pikiran ini mampir di benak kita,  rasa nggak mampu akan menghantui. Kalau kita memang  berusaha keras  untuk menyelesaikan  tugas dengan baik, dukungan dari  banyak pihak  pasti akan berdatangan.
  6. Manajemen waktu,  sering lembur berarti rajin ? belum tentu !  keseringan lembur  malah tidak baik bagi konduite kita. Pasti ada yang  salah  dengan time management kita.  Bukan tidak mugkin akan ada pertanyaan di dalam pikiran boss kita  ataupun rekan kerja, kalau kita tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Sebenarnya tidak ada yang slah dengan lembur. Tentunya selama diperlukan. Tapi, kalau kita ceerdas  mengatur waktu, mustahil lembur terus-terusan kan ?  mangement waktu adalah kunci  tercapainya suatu target  dengan kualitas  dan range  waktu yang memuaskan.
  7. Tidak mengulangi kesalahan, no body’s  perfect. Mungkin kita pernah melakukan kesalahan, tapi tidak usah berkecil hati, yang penting kitamau memperbaiki  diri. Dengan mengulangi kesahalan yang sama  berarti  tidak kompeten dan kemampuan  belajar kita rendah. Nilai kita akan terus  merosot dimata atsan sehingga para pesaing bisa melewati kita tanpa banyak kesulitan.
  8. Tunjukan ambisi, last but not least, tunjukan kalau kita berambisi. Atasan bukan paranormal yang bisa menebak isi kepala. Kalau kita kelihatannya adem ayem saja, sudah puas dengan posisi  sekarang, tidak mungkin kita akan mendapatkan promosi!  Buat apa diberi jatah lebih kalauu orangnya tidak mau ? mungkin  itu yang akan ada di pikiran atasan kita.  Sebelum kkta menghadap atasan, tunjukan terlebih dulu  bersemangat kerja kita. Meeting merupakan saaat yang tepat untuk unjuk gigi, kita bisa memberi sinyal kalau kita kompeten. Layaknya atlet, harus aktif menjemput bola

Survive Jadi Karyawan Baru

6th Maret

KIAT SURVIVE JADI KARYAWAN BARU

Masuk ke lingkungan baru  memang mendebarkan, terlebih kalau kita tidak punya teman  senasib yang sama-sama warga baru,  anda harus berjuang sendirian untuk beradaptasi  dengan lingkungan  kantor baru. Belum lagi ketika harus  berhadapan dengan rekan-rekan kantor yang emasang tampang sejuta pertanyaan kepada kita. Mau bersikap ramah , takut di bilang sok asyik, bersikap jaim, takut dibilang pasif.   Semua itu merupakan masalah bagi anda jika anda  belum  tau triknya. Berikut ada beberapa trik yang bisa anda gunakan untuk beradaptasi ditempat baru anda.

ADAPTASI PASTI

Adptasi, itu adalah point paling penting ketika masuk ke lingkungan baru. Kita boleh saja  jadi lulusan  terbaik di kampus atau punya segudang pengalaman, sehingga merasa tidak terlalu sulit masuk ke suatu lingkungan. Tapi setiap tempat punya budaya yang berbeda. Contoh sederhananya, kalau kalau di tempat kita bekerja, kita bisa bebas  memajang foto atau hiasan  di meja kerja, sementara kantor lain, di tas meja hanya boleh ada komputer dan berkas-berkas pekerjaan. Kita yang anak baru tentunya harus menyesuaikan diri.

Selain tugas-tugas kantor, kita memang punya banyak pekerjaan ekstra yang harus kita pelajari. Kita harus tau job description, peraturan dan kebijakan perusahaan, sifat atasan dan rekan kerja samapai peraturan tidak tertulis di divisi kita. Mungkin ada beberapa peraturan yang  tidak  berubungan langsung dengan pekerjaan kita,namun bukan berarti kita bis mengabaikan atau menentangnya. Untuk sementara waktu sebaiknya kita  jadi pengamat dulu saja.

Kalau kita punya memiliki ‘kakak asuh’ proses adaptasi akan jauh lebih mudah. Kita punya tempat bertanya atau mendapatkan informasi yang psti. Meski begitu, jadilah ‘adik asuh’ yang cerdas. Jangan sebentar-sebentar   bertanya atau minta bantuan, apalagi sampai jadi bayangan senior kita. Usahakan untuk mengerjakan tugas sesuai instruksi, kalau memang sdah mentok, barulah mencari pertolongan.

MANDIRI

Untuk yang benar-benar baru terjun ke dunia kerja, bisa jadi kita akan terkaget-kaget begitu masuk kantor, sehingga perlu usaha extra  untuk beradaptasi. Terlebih tugas dan tanggung jawab yang kita hadapi umumnya berbeda dengan ilmu yang kita peroleh dari kampus.  Mungkin kita boleh pintar teori di kampus, tapi yang terpenting adalah kemampuan kita mengaplikasikannya.

Beruntunglah anda jika semasa kuliah sempat magang atau kerja praktek atau pernah berorganisasi. Pengalaman ini akan sangat membantu anda  dlam dunia kerja sekaligus jadi nilai tambah  dalam CV. Namun jika anda belum memiliki pengalaman sama sekali, tidak perlu khawatir, dengan kerja keras dankemauan untuk belajar. Semua pasti bisa diatasi.

Sekali lagi meskipun  kita punya ‘kakak asuh’ kita dituntut untuk mandiri karena kita bukan lagi mahasiswa yang bis beralasan macam-macam demi menghindari tugas dari dosen  atau meminta bantuan teman kuliah untuk mengerjakan tugas kita. Setelah masuk lingkungan kerja, tugas kita adalah tanggung jawab kita.

TEGAS

Kendala beradaptasi dan pekerjaan bukan tidakmungkin dialami oleh kita yang sudah punya banyak pengalaman bekerja. Menjadi warga baru dengan enempati posisi tinggi tidak jarang membuat kita canggung utuk membuat keputusan atau memberi perintah pada anak buah. Belum lagi ketika kita harus  menghadapi rekan-rekan lebih senior yang sudah lama mengincar posisi yang kita tempati. Sialnya, dengan pengalaman yang kita miliki [perusahaan menuntut kita untuk bisa  ‘membaca’ dan menguasai situasi dengan cepat.

Namun berbagai kendala tersebut  harusnya justru dianggap sebagai tantangan. sebaiknya  anda memulai dengan melakukan pendekatan  pada tim kerja. Agar mendaptkan sedikit gambaran, kita bisa mencari tahu kondisi  kantor beserta isinya dari atasan kita. Kemudian cobalah untuk saling mengenal. Kita juga bisa saling mencuri perhatian dengan membawakan mereka makanan atau pujian ketika tim kerja kita berhasil mencapai target,mislnya. Yang tidak kalah penting, dengarkan suara bawahan, terutama ketika kita akanmembuat suatu perubahan. Tapi jangan mau disetir oleh anak buah, bagaimanapun sebagai atasan kita harus bisa bersikap tegas!