Bahaya Krisis Tingkatkan Kinerja Kerja

PERUSAHAAN GOYAH , SIAPA ‘DI CUT’ LEBIH DULU ?
Krisis yang  melanda membuat pengusaha terpaksa melakukan efisiensi. Termasuk tenaga kerja. Karyawan seperti apa yang harus bersiap untuk diefisiensi ?

Krisis ekonomi yang melanda amerika serikat, mau tak mau berpengaruh juga  di  indonesia. Para pengusaha mulai ketar ketir tak bisa melanjutkan usahanya.

Salah satu yang dilakukan perusahaan untuk efisiensi adalah memotong gaji direksi atau karyawan tertentu yang dianggap berpenghasilan tinggi.

Tapi, tindakan itu bisa jadi belum cukup  membantu agar perusahaan tetap bertahan. Tak heran  bila alternatif berat, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) harus dilakukan.

Tentu sja tidak sembarang karyawan bisa di PHK.

Ada beberapa kategori karyawan yang akan ‘dilirik’ perusahaan, di pertimbangkan untuk masuk dalam daftar karyawan yang harus siap di ‘cut’ lebih dulu.

Mereka adalah yang masuk kategori berikut ini :

  • Kurang produktif
    Hal yang paling mudah terlihat dan  ‘dibaca’ oleh perusahaan adalah produktifitas karyawan. Cara mengetahuinya cukup dengan  meminta laporan yang disertai bukti dari supervisor masing-masing divisi.
    Dari laporan dan bukti tersebut akan mudah melihat peringkat karyawan dari sisi produktifitasnya. Siapa yang terbawah itulah yang akan ‘di cut’.
  • PA rendah
    Perusahaan memiliki nilai rapor untuk setiap karyawannya,performance appraisal (PA) namanya. Hanya dengan melihat kembali nilai PA karyawannya, perusahaan bisa lebih mudah mebuat keputusan PHK.
    Sebab dalam PA atau rapor karyawan terdapat bebrapa poin penilaian. Mulai dari yang umum, seperti kedisiplinan dan inisiatif, sampai ayng khusus, terkait job description atau tanggung jawab yang diemban. Karyawan  dengan nilai PA rendah, berpotensi besaar untuk tersingkir.
  • Korupsi
    Karyawan yang punya track record korupsi, berpotensi besar untuk di-PHK perusahaan.. tak selalu korupsi yang ‘wah’, korupsi kecil-kecilan pun bisa ‘dilirik’
    Misalnya, mereka yang suka ‘kabur’ saat jam kerja atau sibuk telepon di jam kerja. Itu termasuk korupsi waktu. Bahkan mereka yang suka membawa pulang properti kantor, semisal pulpen, juga termasuk  koruptor kecil. Bagi perusahaan. Korupsi kecil itu membahayakan, lambat laun bisajadi korupsi besar.
  • Melanggar aturan
    Tiap perusahaan punya aturan main yang harus dipatuhi karyawannya. Jika aturan itu dilanggar, perusahaan akan menilai sebagai bentuk ketidakrespekan karyawan pada perusahaan. ‘ karyawan yang pernah atau baru saja melanggar aturan, pasti akan ‘dilirik’ perusahaan untuk di-PHK.
  • Tidak disukai
    Setiap perusahaan punya iklim kerja yang berbeda. Nah, bila iklim kerja perusahaan dipengaruhi budaya  like-dislike, tentu karyawan yang masuk dalam daftar dislike harus bersiap masuk dalam daftar yang akan di-PHK.

AGAR TAK DI-PHK
Krirteria  kayawan yang berpotensi  di-PHK bisa jadi ada dalam diri anda.
Nah, sebelum perusahaan ‘melirik’ anda untuk dimasukan dalam  karyawan yang akan di-PHK, segera lakukan langkah-langkah seperti berikut :

  • Rajin instropeksi
    Bukan hal yang mudah menyadari kekurangan pada diri sendiri.
    Tapi, bagaimanapun kita harus berusaha mengethauinya.
    Karena itu rajin-rajinlah melkukan self talk atau monolong dengan diri sendiri untuk instropeksi diri.
    Misalnya tanyakan pada diri anda sendiri : ”apa pekerjaanku selalu beres ?” ; ”kenapa aku sering telat menyelesaikan tugas ?” ; dan sebagainya.
  • Mau dikoreksi
    Wajar memang  jika kita merasa diserang  saaat orang lain memberikan feedback atau koreksi atas hsil pekerjaan kita.
    Karena itu, cobalah berpikir lebih tebuka.
    Rekan kerja atau atasan emberitahu kekurangan kita itu bukan hanya untuk kebaikan bersama, tapi juga untuk kebaikan kita.
    Jadi, berusahalah bersikap lebih dewasa saat menerima feedback dari orang lain.
    Caranya dengan mendengarkan secara utuh feedback yang diberikan.
    Kemudian kroscek dengan hasil pekerjaan yang sudah diselesaikan.
    Dengan begitu, kita jdi tahu persis apa yang kurang dari performa kita selama ini.
  • Memperbaiki diri
    Rajin instropeksi diri danmau dikoreksi tentu menjadi bekal bagi karyawan agar bisa bekerja lebih baik.karena tu,jangan sia-siakan kesempatan untuk memperbaiki diri.
    Benahi apa yang selama ini kurang dan pertahankan apa yang sudah benar.
  • Tak ragu unjuk diri
    Jika usaha perbaikan sudah dilakukan, jangan ragu untuk menunjukannya pada rekan  kerja, atasan dan perusahaan.
    Ibarat ulat yang sudah jadi kepompong, segeralh keluar dan terbang menjadi kupu-kupu cantik.
    Jangan ragu untuk mengepak sayap dan menunjukan potensi diri yang sebenarnya.

Pencarian Terpopuler:

iklim kerja dengan rekan kerja ,phk efisiensi.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Share